Kutipan dari Basuki Tjahaja Purnama

Berikut adalah kumpulan kata-kata bijak dan kutipan inspiratif dari Basuki Tjahaja Purnama. Kutipan-kutipan ini mencerminkan pemikiran, filosofi, dan kebijaksanaan yang telah menginspirasi banyak orang. Temukan inspirasi dan wawasan baru melalui kata-kata yang bermakna mendalam ini.

Basuki Tjahaja Purnama

Basuki Tjahaja Purnama

Politikus dan Gubernur Jakarta

1966 -

Menampilkan 1 - 20 dari 51 kutipan

Bagi saya definisi santun adalah berjuang mewujudkan keadilan sosial buat rakyat, tidak mencuri uang rakyat itu namanya santun, kalau cuma ngomong doang yang santun tapi mencuri itu namanya, bangsat!

Anda tidak perlu angkat senjata ke medan perang seperti jaman dulu, Anda cukup jangan korupsi saja itu sudah cukup.

Kuliah itu jangan terlalu pintar, cukup lulus aja, namun jangan terlalu bodoh juga nanti susah lulusnya. Jika terlalu pintar nanti balik ke kampus bakalan jadi dosen, nah kalo sekedar lulus aja nanti balik ke kampus bakalan jadi donatur.

Saya bilang ke istri saya kalo saya mati karena melawan korupsi, nanti tulis di pusara saya Basuki Tjahaja Purnama mati adalah sebuah keuntungan kalo perlu pakai tiga bahasa Indonesia, Tiongkok dan Inggris, itu pun jika mayat saya ditemukan.

Saya tidak akan tega makan duit rakyat seperti itu, sekalipun bukan saya yang makan. Saya di sumpah untuk mengelola uang rakyat ketika masuk disini. Kalo saya harus terjungkal, tidak jadi gubernur pun saya puas. Karena dalam hidup saya, saya tidak akan menghancurkan nurani saya.

Jika kalian belum siap mati jangan pernah tantang Saya, Saya siap mati demi menegakkan keadilan.

Saya tidak peduli dikatain kafir, asal rakyat saya tidak ditindas oleh orang-orang yg mengaku beragama.

Nasionalisme sempit itu yg bahaya. biar jelek, biar maling yg penting sesuku, satu ras dan agama dengan saya. itu yg buat negara ini terpuruk!

Selingkuhan kaya permen karet. ada warna warni indah. awalnya pas dimakan manis, tapi lama-lama pahit. pas mau dibuang lengket, repot!

Anak muda itu jangan bisanya cuma mengkritik, harus ada solusi jadi akan ada timbal balik, itulah hakikat kemerdekaan karena tumpuannya ada di anak muda yang kreatif dan inovatif.

Saya sudah betul – betul muak dengan kemunafikan. pejabat DKI ini benar – benar santun bila berbicara dengan saya namun bila di belakang saya mereka itu bajingan semua.

Bedanya kami melakukan pendidikan politik untuk menyadarkan rakyat untuk memilih (pemimpin yang Bersih, Transparan dan Profesional) bukan memilih karena diberi baju kaos atau uang.

Bir salahnya di mana sih? Ada enggak orang mati karena minum bir? Orang mati kan karena minum oplosan cap topi miring-lah, atau minum spiritus campur air kelapa. Saya kasih tahu, kalau kamu susah kencing, disuruh minum bir, lho.

Kalaupun Saya mati demi memperjuangkan kebenaran dan menegakkan keadilan, kalian tidak akan pernah bisa membeli cara mati Saya.

Harapan saya pada generasi muda: kalo mau sukses gak ada pilihan, hidup harus disiplin!

Mereka tidak serius bangun Jakarta, mereka hanya berpikir bagaimana kalahkan saya!

Anda tidak perlu mengangkat senjata dan membunuh orang seperti jaman perjuangan dulu, cukup jangan korupsi saja itu sudah cukup menolong negara kita.

Menurut saya etika itu orang yang tidak mencuri uang rakyat.

Kalau ada pendidikan maka tidak boleh ada pengotakan / diskriminasi.

Anda kafirkan saya pun, tetap saya kasih KJP (Kartu Jakarta Pintar). itu baru namanya keadilan sosial.

Kutipan-kutipan dari Basuki Tjahaja Purnama di atas merupakan gambaran dari pemikiran dan karya beliau yang telah memberikan inspirasi bagi banyak orang. Setiap kata-kata bijak membawa pesan mendalam yang dapat menjadi refleksi dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Anda menemukan inspirasi dan pencerahan melalui kutipan-kutipan ini.

Author Lain yang Mungkin Anda Suka