Kutipan dari Wiji Thukul

Berikut adalah kumpulan kata-kata bijak dan kutipan inspiratif dari Wiji Thukul. Kutipan-kutipan ini mencerminkan pemikiran, filosofi, dan kebijaksanaan yang telah menginspirasi banyak orang. Temukan inspirasi dan wawasan baru melalui kata-kata yang bermakna mendalam ini.

Wiji Thukul

Wiji Thukul

Penyair dari Indonesia

1963 - 1998

Menampilkan 1 - 20 dari 48 kutipan

Bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam.

Sumber: Peringatan

Apa guna punya ilmu tinggi kalau hanya untuk mengibuli, apa guna banyak baca buku kalau mulut kau bungkam melulu.

Sumber: Satu mimpi satu barisan

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan!

Sumber: Peringatan

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan, disana bersemayam kemerdekaan, apabila engkau memaksa diam, aku siapkan untukmu pemberontakan!

Puisiku bukan puisi tapi kata-kata gelap yang berkeringat dan berdesakan mencari jalan. Ia tak mati-mati meski bola mataku diganti.

Sumber: Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa

Kamu calon konglomerat ya? kamu harus rajin belajar dan membaca, tapi jangan ditelan sendiri. berbagilah dengan teman-teman yang tak dapat pendidikan.

Jika kau menghamba kepada ketakutan kita memperpanjang barisan perbudakan.

Sumber: Ucapkan Kata-Katamu

Aku bukan artis pembuat berita tapi memang aku selalu kabar buruk buat para penguasa.

Sumber: Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa

Jangan mati sebelum dimampus takdir.

Sumber: Sukmaku Merdeka

Aku berpikir tentang gerakan tapi mana mungkin kalau diam?

Sumber: Tentang Sebuah Gerakan

Kami satu: buruh kami punya tenaga jika kami satu hati kami tahu mesin berhenti sebab kami adalah nyawa yang menggerakkannya.

Sumber: Makin Terang Bagi Kami

Kutundukkan kepalaku kepadamu kawan yang dijebloskan ke penjara negara.

Sumber: Tujuan Kita Satu Ibu

Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?

Sumber: Sajak suara

Jika kami bunga engkau adalah tembok, tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji suatu saat kami akan tumbuh bersamad dengan keyakinan.

Sumber: Bunga Dan Tembok

Kami adalah bunga yang tak Kau hendaki tumbuh Engkau lebih suka membangun Rumah dan merampas tanah.

Sumber: Bunga dan Tembok

Kau paksa aku terus menunduk tapi keputusan tambah tegak.

Sumber: Derita Sudah Naik Seleher

Penjara sekalipun tak bakal mampu mendidikku jadi patuh.

Sumber: Puisi Menolak Patuh

Jika kau tak berani lagi bertanya kita akan jadi korban keputusan-keputusan jangan kau penjarakan ucapanmu.

Sumber: Ucapkan Kata-Katamu

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan

Sumber: Sajak suara

Kalau rakyat bersembunyi Dan berbisik-bisik Ketika membicarakan masalahnya sendiri Penguasa harus waspada dan belajar mendengar.

Sumber: Peringatan

Kutipan-kutipan dari Wiji Thukul di atas merupakan gambaran dari pemikiran dan karya beliau yang telah memberikan inspirasi bagi banyak orang. Setiap kata-kata bijak membawa pesan mendalam yang dapat menjadi refleksi dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Anda menemukan inspirasi dan pencerahan melalui kutipan-kutipan ini.

Author Lain yang Mungkin Anda Suka